Mama Dalam Ruang Inspirasiku

Posted by: binapri.turningtias10  :  Category: Academic

Setiap orang pasti memiliki sosok ibu dalam hidupnya, yaitu seorang wanita yang begitu mencintai kita. Setiap orang pun bisa saja mengidolakan ibu mereka, bahkan menjadikannya seorang pemberi inspirasi. Begitu pula dengan aku. Mama, bagiku adalah orang yang senantiasa menginspirasi aku. Beliau tak berkata-kata atau mengucapkan sepatah kata pun, sudah bisa memberiku inspirasi ! Dari tatapan matanya yang menggetarkan hati, raut wajahnya yang teduh penuh sayang dan senyum di bibirnya yang penuh arti, hingga aku ingin bertanya pada Yang Kuasa :” Doa apa yang harus kupanjatkan sebagai rasa terima kasihku akan kehadiran wanita penuh kasih ini dalam hidupku, Ya Robb ??”

Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kutimba ilmunya dari mama. Tahukah kau, dalam hal kegigihan dan kesungguhan meraih cita-cita, beliau pun tak kalah dengan tokoh Ikal dalam novel Laskar Pelangi ! Mama pernah kabur dari rumah karena ingin melanjutkan sekolah! Sebabnya, kakekku yang masih awam menyuruhnya menikah dengan seseorang yang tentu saja tidak disukai mama! Atau, lebih tepatnya, mama memang belum suka pada cowok manapun waktu itu ! Mama baru lulus SMP, dan masih ingin melanjutkan sekolahnya!

Bukan maksud mama menentang orang tua, tetapi keadaannya saat itu mama tak ingin menikah dulu seperti semua kakak perempuannya. Mereka dijodohkan dengan lelaki-lelaki yang notabene anak orang kaya, padahal para lelaki itu belum punya pekerjaan apa-apa. Jadi, mereka mengandalkan harta orang tua. Mama sadar, hal seperti itu tak baik untuk masa depannya dan tentu saja anak-anaknya kelak, yaitu aku ! Karena mama sayang aku ! Hehehe…

Akhirnya mama dibawa kakaknya yang masih bujang, alias Padheku ke kota metropolitan, Jakarta. Di sana, mama disekolahkan dengan berentet peraturan dari Padhe. Mama pun menjalaninya dengan penuh ketabahan dan perjuangan. Bahkan, saat di sekolah, mama masih harus bersabar, karena manusia itu tak semuanya bersikap sama terhadap ’orang ga punya’. Ada beberapa di antara teman mama yang suka menjauhi mama kaerna mama berasal dari desa dan bukan anak konglomerat! Tetapi, dalam menghadapi teman-temannya, mama tak pernah pilih-pilih. Sadar diri, hehe…

Mama pun ternyata bisa menyaingi otak teman-temannya yang dari kota. Hasil belajar mama membanggakan. Mama hampir selalu masuk tiga besar di kelas! Setelah lulus SMA, dengan senang hati dan bangga akan prestasi mama, Padhe berencana untuk melanjutkan pendidikan mama ke jenjang kuliah !!!!

Ahahaa, tentu mama sangat senang dan bersemangat! Waktu itu, biaya yang dibutuhkan mama adalah ENAM BELAS RIBU RUPIAH !. Mama menerima empat belas ribu rupiah dari kakaknya, dan sisanya, mama pun harus pulang dan meminta pada kakek. Maka, mama pun pulang dengan harapan akan diberi uang dan diizinkan melanjutkan sekolah lagi. Oya, satu harapan lagi yaitu tidak disuruh menikah lagi !!! Haha….

Sesampainya di rumah, teman-teman mama menyambut dengan haru dan bangga, begitu pula nanuk dan kakek ! Mama menjadi orang pertama di kampung kami yang sekolah sampai SMA ! Waaw….

Rasa senang mama semakin meluap tatkala kakek sama sekali tak menyuruh mama menikah. Ketika mama utarakan maksudnya untuk memohon bantuan dana, dengan keras, kakek menolak !!! Kakek tidak punya uang untuk menambahi uang mama. Harapan mama….. Pupus…..

Akhirnya, mama putuskan untuk kembali ke Jakarta, mencari pekerjaan. Padhe pun akhirnya memaklumi kondisi itu. Mama bekerja sebagai sales promotion girl di sebuah supermarket besar di Jakarta. Gajinya ia kirimkan untuk kakek dan nenek di rumah. Mereka bangga pada mama…

Sekelumit kisah mama ini, menjadi inspirasi bagiku untuk terus berusaha demi cita-cita dan membanggakan orang-orang yang menyayangi dan disayanginya, seperti aku ingin membuat mama bangga padaku, karena aku sayang mama, dan mama sayang aku……

Selain itu, mama selalu menjadi penyemangat dalam kelesuanku, penyegar dalam kepenatanku, penghibur dalam sedihku….

Mama adalah cahaya dalam ruang inspirasiku…..  ^_^

Matrikulasi : Aku Bisaaaa !!!!!

Posted by: binapri.turningtias10  :  Category: Academic, Mahasiswa

Hari itu, Jumat, 2 Juli 2010, adalah jadwalku untuk melakukan registrasi ulang di gedung Graha Wisuda, sekaligus menerima mata kuliah untuk matrikulasi yang akan aku jalani selama kurang lebih lima minggu ke depannya. Ada dua pilihan mata kuliah untuk matrikulasi, yaitu Pengantar Matematika dan Kimia. Aku sadar, kedua mata kuliah itu tak mudah bagiku. Apalagi Kimia. Sejauh ini, aku belum mengerti sepenuhnya walaupun telah mempelajari kimia selama kurang lebih tiga tahun di bangku SMA.

Tahap demi tahap registrasi berlalu, dan tiba saatnya menerima jadwal matrikulasi. Begitu menerima lembar jadwal, aku segera bergabung dengan barisan beberapa teman yang didampingi oleh kakak pendamping. Aku belum melihat mata kuliah matrikulasi yang tertera pada lembaran yang aku terima. Aku mengira bahwa aku akan memperoleh mata kuliah Pengantar Matematika, karena jurusan yang aku ambil di IPB sedikit banyak mengacu pada Matematika, bahkan sama sekali tak ada hubungannya dengan Kimia.

Ketika aku dan teman-teman duduk di tribun Grawida, aku berkenalan dengan beberapa teman baru yang duduknya berdekatan denganku. Lalu, salah satu dari mereka menanyakan mata kuliah matrikulasi apa yang aku dapatkan. Barulah saat itu aku membaca lembar jadwal yang ada di tangan.

Betapa terkejutnya diri ini, di luar dugaan sebelumnya, ternyata aku mendapat matrikulasi Kimia, mata pelajaran yang membuatku menjadi salah satu murid kesayangan guru kimia waktu SMA dulu !! Tak percaya ??? Buktinya, beliau seperti tak ingin kehilangan aku saat ulangan, hingga beliau memberiku undangan untuk datang kembali pada acara remidi yang beliau selenggarakan !!Ya, maka jadilah aku salah satu tamu undangan wajib guru kimia tersebut pada ulangan remidi yang beliau selenggarakan. Waw….

Aku kurang memperhatikan apa yang diteriakkan oleh kakak pendamping. Yang aku pikirkan hanya kimia dan kimia. Andai diperbolehkan dan pantas dilakukan, aku pun ingin berteriak mengalahkan suara sang kakak : ”KENAPA HARUS KIMIA ??!!!”

Kemudian, aku mengabari kedua orang tuaku dan sahabat-sahabatku. Mereka mengerti benar bagaimana jeniusnya aku pada bidang ilmu yang satu ini. Seperti layaknya yang lain, kedua orang tuaku dan sahabatku pun memberi dorongan semangat. Mereka mengatakan bahwa aku harus berusaha dulu, soal hasil itu menjadi hak Yang  Kuasa, walau mereka paham saya mengidap sejenis sindrom terhadap kimia yang dokter spesialis pun tak punya obat mujarabnya! Hmmm… Bahkan aku pun ragu apakah ada dokter untuk semacam sindrom yang aku derita …..

Jujur, kuakui cukup sulit menerima kenyataan ini. Tapi, aku tidak boleh berputus asa, apalagi menyerah begitu saja.Aku sempat teringat sederet kalimat konyolku dan teman-teman yang sama-sama penderita sindrom tersebut waktu SMA dulu. Kalimat yang membuat kami tertawa jika melihat keadaan kami yang sebenarnya. Deretan kalimat itu berbunyi : ” Lihatlah! Dulu, dalam buku rapor Einstein pun tertulis bahwa Einstein tak akan menjadi apa-apa!!! Sekarang, lihat lagi, siapa yang tak mengenal nama Albert Einstein sebagai ilmuwan jenius sepanjang sejarah ??? Jadi, kita sekarang boleh saja tak paham kimia dan menjadi pelanggan remidi yang setia. Tapi, siapa yang tahu, beberapa tahun yang akan datang, kita menemukan unsur atau fakta baru di bidang kimia yang belum pernah ditemukan manusia sebelumnya, lalu kita akan dikenal orang sepanjang masa!!!” Kalimat ini sering kami gunakan untuk menjawab pertanyaan guru kami mengapa kami masih saja remidi. Kami menjawab dengan penuh semangat dan percaya diri, tanpa malu dan tanpa dosa. Guru kami pun tergelak dan kami terbahak !!!

Yah, walaupun hanya jargon konyol, namun kalimat itu cukup menginspirasiku. Sekarang, aku pun ingin membuktikan pada orang tua, sahabat dan teman-teman bahwa aku pun bisa menaklukan kimia! Ingatlah Edison yang tak kenal lelah berusaha dan bereksperimen hingga berhasil menemukan lampu pijar. Begitu pila dengan penemu-penemu yang lain. Maka, aku tak akan menyerah !!!

Selama menjalani matrikulasi, aku sering berkelompok dengan teman-teman sesama penerima matrikulasi kimia. Kami berdiskusi, bertukar pendapat dan merumuskan solusi untuk menyelesaikan soal-soal kimia ketika belajar bersama. Kami saling menjelaskan tentang bagian yang belum dipahami teman yang lain. Yah, walau sebenarnya, sama-sama belum mengerti…  Kami pun saling memberi semangat agar tak mudah menyerah dan putus asa. Selain itu, tak kurang usahaku, aku mengikuti bimbingan belajar khusus matrikulasi kimia dan  juga sering bertanya kepada teman atau kakak yang sekiranya dapat membantu aku memahami mata kuliah ini. Aku senantiasa mencari tahu tentang berbagai hal yang berhubungan dengan mata kuliah ini karena aku ingin tahu dan memahami kimia itu sendiri, tak hanya sekedar lulus matrikulasi. Tak lupa aku selalu berdoa memohon bimbingan dan kemudahan kepada Allah swt.

Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester aku jalani dengan semangat. Meski menemui kesulitan saat mengerjakan, aku tidak meminta bantuan kepada teman lain. Aku harus berkonsentrasi pada pekerjaan, percaya diri dan berlaku jujur karena aku ingin mengetahui sejauh mana pemahamanku pada makhluk bernama kimia ini…

Akhirnya, UTS dan UAS berlalu. Aku sangat senang, terharu dan tidak menyangka akan hasil akhir yang kuperoleh. Memeng bukan yang terbaik, namun hasil tersebut satu tingkat lebih tinggi dari perkiraanku sebelumnya. Selain itu, hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam pemahamanku terhadap  kimia. Aku sangat senang dan bersyukur !!!

Pengalaman pribadi ini telah memberikan inspirasi nyata bagiku bahwa masalah ataupun kenyataan sulit yang kita terima harus kita hadapi dengan sabar, tekun, percaya diri dan tentunya usaha serta doa kepada Yang Kuasa. Hmm, dengan begini setidaknya, aku telah membuktikan bahwa aku bisa mendapat nilai yang cukup baik dalam kimia, pada matrikulasi ini dan lulus dengan baik !!!! Lebih dari itu, aku bisa membuat kedua orang tuaku dan sahabat-sahabatku tercengang, lalu tersenyum senang dengan pencapaianku. Alhamdulillah…..

Nah, kawan, semoga cerita ini dapat memberimu inspirasi agar tidak mudah menyerah dan berputus asa yaa ^_~